MANDAILING NATAL – Pernyataan Nurhayani Lubis, Kepala Sekolah Dasar Negeri 126 Hutabaringin, Kecamatan Panyabungan Timur, yang berharap Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) ditiadakan, mencuri perhatian saat awak media mencoba mengonfirmasi penggunaan anggaran sejak ia menjabat mulai tahun 2023 hingga 2026, pada Selasa (20/10/2026).
Saat tiba di sekolah, awak media awalnya meminta bantuan salah satu guru di meja piket untuk dipertemukan dengan kepala sekolah. Guru tersebut menolong mempertemukan, dan memberitahu bahwa Nurhayani sedang mengajar di kelas 3 menggantikan rekan guru yang berhalangan hadir. Awak media kemudian menuju ruang kelas yang dimaksud, dan mendapati beberapa ruangan tanpa pendampingan guru.
Saat awak media sedang berbincang dengan siswa kelas 5 untuk mengetahui kondisi pembelajaran, seorang guru dari ruangan lain menghampiri dan menyebut bahwa guru kelas tersebut tidak hadir karena sakit. Awak media kemudian berniat menanyakan hal serupa kepada siswa kelas 2, sebelum akhirnya kepala sekolah tiba‑tiba datang. Kepala sekolah bersuara lantang dan melarang awak media bertanya kepada siswa serta masuk ke ruang kelas.
“Jangan di sini, jangan tanya‑tanya anak murid saya dan tidak boleh masuk kelas kami, ini sekolah pemerintah,” ucap Nurhayani dengan nada tinggi.
Setelah suasana mereda, awak media mencoba mengonfirmasi pengelolaan dana BOS. Alih‑alih penjelasan rinci penggunaan anggaran, kepala sekolah justru menyampaikan harapan agar dana BOS dihapuskan. Ia menyebut pernah menjadi sorotan publik terkait pemberian buku yang sampulnya dijahit plastik, lalu dipanggil pihak Dinas Pendidikan. “Tiap malam saya berdoa berharap dana BOS dihapuskan. Saya selalu ditanya ke mana anggarannya. Sejak kejadian itu saya dipanggil dinas, makanya saya tidak mau lagi ada dana BOS di sekolah ini,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan penjelasan rinci mengenai alur penggunaan dana BOS periode 2023‑2026 dari pihak kepala sekolah maupun konfirmasi resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal. Awak media masih membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak terkait.